Sabtu, 29 Oktober 2011

dari peluang menjadi usaha

Langkah yang harus dilakukan bagi anda yang sudah atau mau memiliki usaha adalah bagaimana mengenali peluang usaha. Peluang itu muncul kapan saja dan di mana saja. Peluang selalu ada, asal anda mau bekerja keras, ide sekecil apapun bisa menjadi peluang.
Ide usaha kadang datang secara tidak terduga, seperti wangsit; seolah jatuh dari langit. Kadang tanpa kita sadari gagasan bisnis bisa digali dimana saja. Ada peluang yang datang dari sekitar diri kita, dari ide orang lain atau ide yang diciptakan sendiri.
Hal yang terpenting di dalam mengenali peluang adalah kecermatan anda mengamati lingkungan di sekitar diri sendiri. Ini merupakan salah satu cara mudah dalam menemukan ide usaha. Atau, jika tidak ada kebutuhan orang lain yang bisa anda ciptakan sebagai suatu peluang bisnis, anda bisa menawarkan kebutuhan baru bagi orang lain yang layak untuk dijadikan peluang usaha. Tetapi jangan sampai terkecoh dengan ide usaha adalah satu-satunya kunci keberhasilan usaha. Sebenarnya yang jauh lebih penting adalah “Bagaimana Anda Mewujudkan ide tersebut”. Untuk itu, jangan sampai anda kehabisan energi dan semangat anda sepenuhnya untuk mewujudkan gagasan ide tersebut agar benar-benar menjadi”usaha”. Sebab, seorang pengusaha tidak pernah tahu apakah gagasannya itu cemerlang atau hanya pepesan kosong belaka, jika ia tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata alias action.
Hal-hal yang saya tuliskan di atas adalah isi dari buku baru yang berjudul “Dari Peluang Menjadi Usaha”. Buku inilah yang saya perintahkan peserta didik saya untuk mengupasnya secara mendalam dalam diskusi mata kuliah kewirausahaan di STMIK Muhammadiyah Jakarta Selasa, 4 Januari 2011 lalu.
Untuk menjadi seorang wirausahawan dibutuhkan pengorbanan jumlah waktu yang begitu besar, kerja keras, dan berani mengambil risiko. Keberhasilan di dalam kegiatan wirausaha akan terwujud apabila ia tangguh menciptakan inovasi baru. Bahkan, tantangan pun bisa berubah menjadi sebuah peluang melalui ide yang diciptakannya. Untuk menjadi wirausaha, anda harus kreatif membentuk ide, dan menciptakan suatu barang atau produk usaha. Untuk mendapatkan ide tersebut, anda harus mau melakukan evaluasi dan pengamatan terus-menerus terhadap lingkungan di sekitarnya.
Dari mana peluang itu muncul?
Ide akan menjadi peluang apabila seseorang mampu mengamati atau mengevaluasi pintu peluang. Ketika anda ingin menentukan gagasan usaha, tentu sebelumnya anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu kebutuhan-kebutuhan apa yang dapat anda jadikan sebagai peluang usaha. Jika anda ingin berwirausaha, kuncinya adalah mau belajar berani mengambil risiko, jeli menangkap peluang dan pantang menyerah.
Sebuah peluang usaha akan memiliki nilai tambah, apabila anda mampu menciptakan ide kreatif/melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (doing new thing or old things in a new way).
Sebuah ide bisa menjadi sebuah peluang melalui 3 cara, antara lain :
  1. Ide dapat anda peroleh dan dikelola secara internal dengan cara memenuhi kebutuhan yang ada di sekitar anda.
  2. Ide dapat dihasilkan dengan cara menciptakan produk atau usaha yang baru/yang belum pernah dilakukan oleh orang lain.
  3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi (pembauran) antara ide anda, dan ide orang lain, dengan cara melakukan modifikasi sebagai sesuatu usaha atau jasa baru.
Supaya dapat menemukan ide potensial dan mewujudkannya sebagai peluang bisnis yang potensial. Anda harus mau melakukan secara terus menerus evaluasi terhadap masuknya pintu peluang. Cara menjaring ide yang potensial sebagai peluang anda harus :
1.      Menciptakan Ide Baru
Yaitu kemampuan menciptakan ide usaha yang baru dan berbeda dari produk barang/jasa yang sudah pernah ada. Misalnya, ketika menemukan ide dalam bentuk barang atau jasa. Anda harus bisa menciptakan ide tersebut sebagai :
  • Ide yang baru, berbeda dan belum pernah ada di pasaran.
  • Ide yang anda pilih sebagai peluang usaha ini memiliki “nilai lebih” bagi konsumen yang menggunakannya. Karena itu, untuk menciptakan ide baru, anda harus cermat mengamati kebutuhan-kebutuhan yang tengah dibutuhkan oleh pasar.
  • Seorang pengusaha akan sukses apabila mampu menciptakan ide baru dan bernilai tinggi bagi pasar konsumennya.
Untuk memperoleh “peluang” bergantung pada :
  • Kemampuan anda menganalisis demografi kebutuhan pasar.
  • Kemampuan anda untuk menganalisis sifat dan tingkah laku pesaing.
  • Kemampuan untuk menganalisis keunggulan dan kelemahan pesaing yang daoat anda jadikan sebagai sebuah peluang usaha baru.
2.      Cermati Mengamati Pintu Peluang.
Sebagai seorang pengusaha, anda harus bisa mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. Anda bisa mengamati munculnya pintu peluang dengan cara belajar dari pengalaman, dan keberhasilan seorang pengusaha sukses.
Peluang usaha itu muncul apabila anda dapat mengenali, menangkap, dan mengelolanya sehingga menjadi suatu bisnis yang menguntungkan. Pintu peluang itu datangnya bisa secara terbuka tertutup, atau lewat pintu peluang buatan.
Agar keinginan untuk menjadi pengusaha tidak sekadar impian kosong. Anda bisa :
  1. Menggali potensi yang ada pada diri sendiri, untuk dikembangkan sebagai sebuah peluang usaha.
  2. Mencermati peluang yang lewat di depan mata dengan tidak perlu menangkap peluang usaha yang jauh di seberang sana.
Mengenali dan Mengukur Peluang
Cermat dalam mengamati peluang tentu akan membawa langkah anda menjadi seorang wirausaha. Semakin cermat mengamati lingkungan, akan semakin besar pula terbuka peluang bagi anda untuk memilih ide usaha. Untuk bisa meraih peluang, bagaimana cara mengenali dan mengukurnya?.
Teknik Menggali Gagasan sebagai sumber peluang.
Ada 2 cara mudah untuk mendapatkan ide yaitu :
  1. Anda dapat menciptakan ide-ide bisnis sesuai dengan keinginan anda atau mengembangkan ide orang lain.
  2. Anda bisa menciptakan ide baru atau melakukan pengembangan ide yang anda petik dari konsep bisnis keberhasilan pengusaha yang sudah sukses menjalakan usahanya.


Untuk menciptakan ide bisnis ada 5 (lima) sumber peluang yang penting untuk anda ketahui :
  1. Lewat iklan. Melalui media iklan, anda bisa mencari peluang, agen perantara atau mengamati kegiatan bisnis yang sudah ada dan sesuai dengan tujuan yang anda inginkan.
  2. Dengan cara meniru bisnis orang lain.
  3. Mengenal kebutuhan msyarakat/tetangga di sekitar kita.
  4. Mengenali tren peluang usaha yang ada di pasaran.
  5. Melakukan identifikasi celah pasar yang ada.





Teknik yang membantu anda untuk menciptakan ide, yaitu :
  1. Membentuk Visualisasi, pada cara ini anda harus “bermimpi”. Hal ini merupakan alat untuk membantu anda memvisualisasikan gambaran masa depan usaha dan memperjelas tujuan jangka panjang, penyusunan ide, dan evaluasi ide peluang yang anda pilih.
  2. Menggunakan Brainstorming, yaitu mengembangkan kemampuan otak kanan anda untuk mengasah kemampuan daya berpikir anda menjadi lebih optimal, untuk menganalisis ide peluang yang tepat.
  3. Menggunakan Analisis Morfologi, yaitu cara anda memisahkan antara masalah-masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana. Pada tahap ini sebuah ide dapat terpecahkan menjadi beberapa bagian. Misalnya, anda tertarik dengan ide membuat usaha makanan, berupa kacang. Untuk segmen pasarnya anda bisa memasuki semua jenis usia. Dan untuk variasi makanan dari bahan baku kacang(anda dapat membuat selai kacang,kacang kulit dsb). Dari jenis produk kacang ini anda bisa memiliki beragam bentuk produk olahan kacang.
  4. Merumuskan ide peluang merupakan langkah anda mengumpulkan sebanyak-banyaknya daftar ide peluang dan mereferensi ide peluang dari berbagai jenis usaha orang lain.




Umumnya, keberhasilan yang diraih oleh para pengusaha yang telah sukses adalah ketika mereka berhasil dengan tepat merumuskan ide hingga proses pencarian ide dengan cara-cara tradisional.
Teknik Menyusun Daftar Peluang
Berikut ini formula daftar peluang yang berjasil disusun oleh McGrath dan MacMillan sebagai berikut :
  1. Rancanglah Konsep Bisnis sebagai gambaran singkat dari ide/gagasan yang anda inginkan.
  2. Buat Tipe Peluang, yaitu tipe peluang seperti apa yang anda inginkan.
  3. Buatlah Penetapan Waktu sebagai pertimbangan kapan anda akan memulai usaha sendiri. Hal ini bisa anda jadikan sebagai penentu langkah awal anda dalam memulai sebuah usaha sendiri.
  4. Data Kunci. Buatlah sebuah catatan khusus dari berbagai peluang yang telah anda rancang. Hal ini untuk memudahkan anda memilih dan menentukan peluang mana yang layak dan pas untuk anda tekuni.
  5. Catatan Halangan & Rintangan apa yang dapat merintangi jalannya usaha anda. Apakah masalah teknologi yang tidak anda kuasai? Masalah pasar? Atau peraturan bisnis yang masih belum anda kuasai?
  6. Sumber Daya. Gunakanlah sumber daya yang professional untuk menunjang keberhasilan anda.
  7. Kompetisi. Catat siapa saja pesaing anda. Berhati-hatilah jangan sampai ide atau peluang anda yang menarik ini disambar orang lain karena kelengahan anda.
  8. Tren. Kenali gejala bisnis yang sedang ramai di pasaran. Hal ini bisa anda jadikan masukan untuk mengenali konsep yang potensial yang dapat anda tiru dan terapkan guna mendapatkan ide peluang yang menarik perhatian pasar.








Menetapkan Sasaran Peluang
Setelah menyusun daftar peluang, anda juga harus bisa menetapkan gagasan. Ide yang terbaik menurut kemampuan. Hal ini penting anda lakukan untuk menghindari melebarkannya bentuk usaha yang akan anda lakukan. Beberapa  sasaran peluang yang mesti anda perjelas, antara lain :
  1. Tentukan ide usaha/gagasan usaha yang anda inginkan.
  2. Beri penilaian terhadap kelayakan ide usaha tersebut (apakah ide itu layak anda lakukan di sekitar rumah anda? Dilihat dari beberapa factor : lingkungan, selera pasar, dan target pasar)
  3. Pilihlah ide usaha yang rasional disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Hal yang perlu diingat sebagai pengusaha bahwa sebagai seorang pengusaha, anda tidak sekedar “menemukan peluang”. Akan tetapi, anda harus bisa menciptakan sebuah organisasi usaha yang mampu menjalankan ide peluang tersebut, yang kelak menjadi penopang kelembagaan usaha anda.
Menangkap Peluang Dengan Tepat
Cara menangkap peluang dengan tepat dengan cara memperbanyak melatih diri untuk belajar dan kumpulkan sebanyak-banyaknya informasi penting dari orang lain di sekitar anda sehingga anda mampu menjaring sebuah ide cemerlang. Sebuah ide dapat anda jadikan sebagai peluang yang layak dan berpotensi melalui informasi yang bisa anda jaring dari teman, tetangga, atau keluarga anda. Setelah berhasil mengumpulkan peluang usaha, pastikanlah bahwa ide peluang itu memang benar-benar dibutuhkan, dan memiliki prospek pasar yang menjanjikan bagi keberhasilan usaha anda.
MEMILIH DAN MENGOLAH PELUANG
A. Mendefinisikan Peluang Usaha yang Dipilih
Beberapa macam definisi peluang usaha dapat anda pilih melalui beberapa cara antara lain :
1. Peluang yang Muncul Kapan Saja
Peluang itu ada kapan dan dimana saja. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menemukan pintu peluang usaha yang ccok dengan diri mereka. Bahkan karena terlalu bersemangat mencari peluang dan tidak juga menemukannya, semangat dan tekad untuk menjadi wirausaha kerap menguap. Padahal, jika saja anda jeli dalam melihat setiap kesempatan yang lewat di depan mata anda dan cermat mengamati kebutuhan yang lewat di depan mata anda dan cermat mengamati kebutuhan barang/jasa apapun bisa menjadi peluang usaha. Karena itu, tidak perlu meneropong jauh-jauh peluang di seberang mata anda. Sebab di sekitar anda banyak sekali peluang yang bisa anda asah sebagai ide usaha.
2. Peluang yang Muncul saat Krisis
Agar anda berhasil mengelola peluang, kuncinya hanya satu, yaitu jangan cepat putus asa atau mudah menyerah/. Untuk menjadi pebisnis andal dibutuhkan keberanian. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan luar biasa, bahkan di luar batas kemampuannya. Namun, tidak semua orang mengenali kemampuan yang ada pada dirinya. Kemampuan luar biaa itu justru muncul saat ia sedang kepepet atau mengalami suatu masalah. Kemampuan potensial itu hanya muncul jika seseorang”mau berusaha” dan “tidak mau menyerah”. Motivasi untuk ” menyelamatkan diri” menjadi pemicu munculnya kemampuan potensial berupa keberanian luar biasa itu.
Kemampuan luar biasa ini juga kerap dialami beberapa pengusaha. Sebagian besar pengusaha yang sukses mengaku mengawali usaha justru pada saat mereka mengalami kondisi ekonomi yang tersudur. Misalnya saat kondisi moneter. Jadi perlu di catat dalam situasi apapun peluang selalu ada.
3. Peluang yang Muncul lewat Hobi
Jika anda jeli, hobi pun bisa menjadi lading rejeki bagi anda. Oleh karena itu, tidak ada salahnya anda mengolah hobi anda menjadi sebuah peluang usaha. Jika saja anda cermat membaca pintu peluang, sebenarnya hobi bisa menjadi alternatif untuk membuka pintu peluang usaha bagi diri anda. Syaratnya, anda bisa menangkap dan mengolah hobi itu menjadi uang.
4. Peluang yang Muncul lewat Kegagalan
Untuk mencapai puncak kesuksesan kadang harus dilalui oleh seseorang lewat jalan terjal dan berliku. Dan, hanya mereka yang berhasil mengubah kegagalan menjadi kesuksesan itulah pemenangnya. Banyak pengusaha yang pintar mencari “peluang” tetapi “gagal” dalam mengembangkan usahanya. Kegagalan mempertahankan bisnis biasanya disebabkan oeh sikap putus asa. Untuk mencapai sukses, sikap pantang putus asa dan kerja keras harus anda miliki. Sebab, tidak semua orang memiliki keberuntungan yang sama. Oleh karena itu, dalam dunia bisnis antara peluang dan kegagalan berjalan seiring. Semakin sering menghadapi kegagalan, maka akan membuat kita memiliki segudang ilmu untuk mencapai tangga kesuksesan.

Mengenali Pasar dari Peluang Usaha Anda
Tidak mudah untuk menemukanpasar yang akan segera menyambut kehadiran usaha anda pada langkah awal usaha. Apalagi menemukan pelanggan yang akan segera menyambut kehadiran usaha anda. Untuk menghadapi masalah ini, berikut cara untuk mengenali pasar dan kecenderungan secara dekat :
  1. Lihatlah dengan cermat, apakah peluang usaha yang anda tawarkan benar-benar diutuhkan oleh konsumen anda sekarang ini?
  2. Sudah cukup familiarkah konsumen anda terhadap usaha yang anda tawarkan? Jika konsumen belum begiru mengenali usaha anda, lakukanlah tahap pengenalan secara bertahap hingga usaha yang anda tawarkan melekat di benak konsumen.
  3. Ciptakanlah peluang-peluang pasar yang sangat besar dan potensial bagi usaha yang anda tawarkan.
  4. Buatlah sebuah system penawaran yang menarik dari usaha anda. Usahakan anda harus bisa member nilai lebih dibandingkan dengan penawaran yang di tawarkan oleh orang lain.
  5. Tingkatkan peluang penjualan secara terus menerus untuk mencapai keberhasilan.
  6. Kendalikan pasar, usahakanlah agar usaha yang anda tawarkan kepada konsumen membuat mereka tertarik sehingga mereka tidak akan pergi ke tempat lain.
  7. Ciptakanlah peluang usaha yang memenuhi kebutuhan/permintaan konsumen.
  8. Kendalikan situasi pasar sehingga anda mampu bertahan menguasai pasar.

Mengenali Siapa saja Pemain yang sama dengan Usaha Anda
Anda harus bersiap-siap mengenali siapa-siapa saja pemain yang sama dengan anda. Hal ini sangat berguna bagi anda untuk merebut pasar lebih cepat. Untuk menguasai pasar, anda harus bisa menciptakan suatu peluang usaha yang sesuai dengan keinginan/kebutuhan pasar terhadap jenis usaha yang anda tawarkan, namun memiliki “kelebihan/nilai lebih” dari usaha ini sehingga anda dapat menguasai/masuk ke dalam pasar dengan penawaran yang tepat ke hidung konsumen dan berhasil menguasai persaingan secara cepat.

Seberapa Lama Peluang ini Akan Bertahan?
Anda harus jeli melihat jendela peluang yang tepat bagi usaha yang akan anda rintis. Untuk mengenali siklus pasar, seorang pengusaha harus memiliki “insting” atau ketajaman naluri dalam membaca selera pasar. Dengan begitu, anda dengan cepat dapat mengantisipasi perubahan pasar dan tidak terpuruk ke dalam kegagalan. Untuk mengenali siklus, berikut ini beberapa langkah yang dapat anda jadikan sebagai pedoman untuk mengenalinya :
  1. Informasi yang tersebar di Koran, majalah, radio, dan televise yang kerap menampilkan etalase bisnis dan perbincangan pakar tentang prospeok bisnis.
  2. Prediksi ulang setiap 6 bulan rencananya usaha yang anda pilih. Hal ini untuk membantu anda dalam memahami pasar dan kemampuan anda dalam mengelola usaha.
  3. Pertajam insting/naluri bisnis anda untuk mengenali dengan cepat gejala perubahan siklus pasar.
Pertanyaan yang Muncul Ketika Ingin Memiliki Usaha Sendiri

A) Apa motovasi dan tujuan anda ingin memiliki bisnis sendiri?
Sebaiknya  anda perjelas terlebih dahulu apa mitivasi dan tujuan anda ingin memiliki bisnis usaha sendiri? Apa yang anda inginkan dan mengapa anda tertarik pada dunia usaha? Apakah anda sudah siap memiliki usaha sendiri? Karena, jika memiliki usaha sendiri, anda tidak akan lagi memiliki jam untuk santai. Andai harus bekerja keras dari awal. Jangan abaikan pertanyaan-pertanyaan ini, sebaiknya anda perjelas terlebih dahulu apa tujuan anda ketika anda memutuskan tertarik ingin merintis usaha sendiri. Ada baiknya anda mempertimbangkan hal ini terlebih dahulu sebelum anda melangkah lebih jauh lagi. Apabila sudah muncul adanya ketertarikan yang luar biasa pada suatu bidang yang anda lihat dan ditambah dengan pengetahuan, hal itu akan memudahkan anda dalam mewujudkan mimpi untuk memiliki usaha sendiri. Keinginan yang kuat di dalam diri anda untuk mewujudkan keinginan memiliki usaha sendiri. Adanya motivasi dan tujuan yang jelas inilah yang akan mendorong seorang pengusaha untuk mampu berkompetisi dan mengembangkan bisnis yang diinginkannya itu.
B) Kenapa ingin memiliki usaha sendiri?
banyak alasan orang ingin memiliki usaha sendiri diantaranya ingin cepat kaya, ingin memiliki kebebasan dalam bekerja, sebagai persiapan pensiun, dsb. Semua alasan ini hanyalah salah satu faktor yang menggerakan seseorang memiliki pemikiran ingin memiliki usaha sendiri.
C) Usaha apa yang bisa saya tekuni?
Pertanyaan itu wajar karena ketidak tahuan anda tentang ragam usaha apa yang kiranya dapat anda lakukan.agar tidak tersesat, perhatikan petunjuk berikut.
  • Untuk meimiliki usaha sendiri sebaiknya anda punya pengetahuan dan knowhow yang memadai. Jangan sampai, anda membuka usaha karena faktor ikut-ikutan, tergiur mengikuti jejak sukses orang lain tapi tidak memiliki bekal pengetahuan.
  • Jangan berpikir bisnis itu murah, mudah dan gampang.
  • Yang paling penting sebelum anda mulai membuka usaha adalah kejelian anda dalam mencari peluang/gagasan/ide usaha yang potensial dan belum pernah dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian, usaha anda kelak bisa memiliki prospek keberhasilan dan pilihkan usaha yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan diri kita sendiri.
D) Sudah siapkah memiliki usaha sendiri?
Umumnya sikap keraguan itu muncul terkait dengan bidang usaha yang anda pilih dan keraguan terdapat modal (uang) yang anda miliki, perlu anda ingat, modal uang bukan faktor penentu keberhasilan anda. Banyak pengusaha yang sukses, modal awalnya bukannya”uang” tetapi modal awalnya adalah keberanian.
E) Bagaimana jika usaha saya gagal?
Tak jarang muncul keragu-raguan karena di bayangi ketakutan akan munculnya kegagalan jika membuka usaha sendiri. Untuk menepisnya baiknya anda meyakinkan diri anda terlebih dahulu dalam menghadapi tahun-tahun pertaman usaha yang penuh dengan tantangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari resiko kegagalan:
  1. Persiapkan diri anda dengan pengetahuan yang cukup untuk mengelola usaha.
  2. Jangan terlalu yakin bahwa bisnis anda akan member keberhasilan.
  3. Persiapkan diri anda untuk menghadapi risiko kegagalan karena dalam dunia bisnis ada keberhasilan, ada kegagalan. Ini resiko yang harus anda terima dengan besar hati.
  4. Persiapkan manajemen SDM secara professional.
  5. Kenali aturan main dalam bisnis.
  6. Buatlah produk anda sebagai sesuatu yang unik dan berbeda sehingga mudah diterima pasar.
  7. Luncurkan produk anda tepat waktu di saat konsumen benar-benar membutuhkannya.
  8. Rancang strategi distribusi dan pemasaran sebara tepat.
  9. Definisikan usaha secara tepat agar usaha anda tidak melenceng dari bentuk usahanya.
  10. Yakinlah bahwa kekuatan SDM dan kekompakan tim akan mendukung keberhasilan usaha anda.
  11. Canangkan anggaran untuk menghadapi masa-masa sulit.
Mengolah Ide Menjadi Peluang

Menggali Ide  Menjadi Peluang
Ide atau gagasan bisnis itu dpat anda gali kapan dan dimana saja berdasarkan apa yang anda lihat, anda rasakan, anda dengar dari orang-orangdi sekitar anda. Berikut ini ide bisnis/usaha itu :
  • Berawal dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang berada di sekitar anda(baik itu berupa kebutuhan barang atau jasa)
  • Ide datang dari sesuatu yang sepele.
  • Ide bagus biasanya muncul dariorang yang selalu berpikir tepat dan memiliki pandangan yang tepat pula. Sehingga ia dapat memanfaatkan peluang itu terlebih dulu dari pada orang lain. Namun, sebaliknya : jika anda tergolong orang yang lambat memanfaatkan peluang, “peluang bagus itu” akan dicuri duluan oleh Kompetitor anda.
Mengolah Imajinasi Menjadi Peluang
Kepekaan mengenali peluang akan mampu mendorong daya imajinasi seseorang untuk mengubah menjadi sebuah peluang usaha. Banyak sekali contoh keberhasilan pengusaha yang bermula karena kemampuan mereka mengubah sesuatu (barangbekas,daur ulang, Koran/majalah bekas)menjadi sebuah peluang usaha.
Mengubah Ketidakpuasan Menjadi Keuntungan
Ketika anda mengalami ketidakpuasan dari kegiatan hobi yang mereka lakoni menjadi sebuah keuntungan. Umumnya, ketidak puasan itu muncul dari kondisi mereka sendiri.


Mengubah yang Tidak Mungkin Menjadi Peluang
Ada kalanya sesuatu yang anda anggap, ana pikirkan, atau anda kira tidak mungkin malah menjadi sebuah”mutiara”keberuntungan bagi anda. Pintu peluang tidak bisa dating secara tiba-tiba, atau menyusup sebagai sesuatu yang tidak pernah anda pikirkan justru akan menjadi sebuah peluang usaha yang mendatangkan rezeki bagi pundi-pindi anda.

Mewujudkan Ide usaha


Dasar -Dasar Perencanaa Ide Usaha

1. Tahap merumuskan misi
Rumuskanlah dengan jelas apa misi yang mendasari keinginan anda untuk membuat suatu usaha. Misi ini berisi filosofi dari usaha yang akan anda lakukan. Misi ini akan membantu anda dalam memperkukuh keyakinan di dalam diri.
2. Tahap pembuatan Rencana
Yang harus dilakukan dalam pembuatan rencana:
  • Tulis rencana, tujuan, dan gagasan-gagasan anda ke atas kertas, dengan tujuan untuk membantu anda memusatkan pikiran anda saat menuangkan apa saja keinginan anda.
  • Tulis daftar peluang usaha yang menarik minat dan perhatian anda.
  • Tulis rencana yang anda inginkan di atas kertas agar anda memiliki panduan untuk mencapai tujuan-tujuan yang anda harapkan dan mengukur langkah anda selanjutnya.
  • Fokuskan pilihan anda pada satu peluang usaha.
  • Tulis apasaja yang harus anda lakukan untuk mengevaluasi kembali gagasan yang anda pilih (apakah ide peluang usaha yang anda pilih itu sudah layak untuk anda lakukan) ?
  • Tulis rencana jangka pendek dan jangka panjang dari usaha anda.
  • Manfaat pembuatan rencana jangka pendek penting bagi anda untuk mengetahui hasil yang anda inginkan sesuai dengan tujuan yang telah anda rumuskan. Dengan demikian, anda tahu kearah mana anda harus melangkah sebelum memutuskan untuk melakukannya di luar perencanaan
  • Sedangkan manfaat pembuatan rencana jangka panjang akan membantu anda untuk mengetahui sasaran dan tujuan-tujuan apa yang anda harapkan dalam dua hingga lima tahun ke depan.






3. Tahap Menentukan Usulan Usaha
Pada tahap ini, anda harus sudah dapat menentukan satu usulan apa yang anda lakukan (apakah berupa usaha produk barang/jasa). Pilihlah dari salah satu peluang yang telah anda cermati dan sesuai dengan keinginan/kemampuan anda.
4. Tahap Pemantapan Rencana
Anda harus bisa mendefinisikan dengan jelas dan manta apa rencana bisnis anda dan bagaimana seharusnya bisnis yang akan anda lakukan. Anda harus bisa mendefinisikan perincian ide usaha yang anda bayangkan. Mantapkanlah rencana anda dengan matang, jangan sampai setengah hati dalam menjalankannya. Pada tahap ini anda harus bisa merumuskan rencana secara detai yang berisi:
  • Latar belakang
  • Gambaran usaha
  • Analisis pasar
  • Perencanaan Operasi Usaha
  • Perancanaan SDM
  • Perencanaan Dana
5. Tahap Perumusan Gagasan Ide Usaha
Anda dapat menuangkan gagasan-gagasan apa saja yang anda inginkan terhadap suatu ide usaha (berupa produk atau jasa) yang anda anggap potensial untuk anda lakoni. Tuangkan gagasan-gagasan yang baik secara jelas, agar langkah anda dapat berjalan dengan lacar.
6. Tahap Evaluasi
Evaluasi usaha dilakukan agar mengetahui kekurangan atau kelebihan dari produk usaha atau jasa anda. Pada tahap ini anda dapat menguji diri anda guna mempersiapkan “ketahanan masa depan” usaha yang tengah anda rintis. Oleh karena itu, tulislah rencana evaluasi anda.
7. Tahap Rencana Pengembangan Usaha
Anda dapat merumuskan dengan jelas rencana pengembangan usaha seperti yang anda inginkan. Pada tahap ini anda harus bersiap-siap untuk menerima kenyataan sukse atau gagal.
8. Tahap Menentukan Peluang Pasar
Untuk melihat celah peluang pasar, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, yaitu:
  • Produk barang/jasa apa yang tengah dibutuhkan oleh konsumen
  • Bagaimana dengan lokasi/tempat usaha? Apakah sudah layak/strategis untuk jenis usaha yang akan anda jalankan?
  • Berapa banyak barang yang mereka butuhkan?
  • Bagaimana dengan daya beli masyarakat? Apakah mendukung dengan harga yang anda tetapkan?
  • Target yang ingin anda capai?
  • Bagaimana dengan peluang pasarnya? Apakah usaha yang anda lakukan belum digarap oleh pesaing anda?
Merumuskan Strategi

Untuk membawa usaha anda pada titik keberhasilan. Beberapa bentuk strategi yang dapat anda lakukan antara lain :
a) Strategi langkah awal usaha
Misalnya bagaimana anda harus cermat dalam meluncurkan produk barang/jasa kepada masyarakat.
b) Startegi kemampuan menangkap peluang pasar
Yaitu sautu langkah jitu bagaiman anda mampu membaca peluang yang anda ciptakan.
c) Strategi inovasi
Yaitu perlunya kemampuan daya kreativitas dan inovasi dalam kegiatan wirausaha. Seab, dengan strategi ini anda dapat mengasah kemampuan untuk terus berkarya dan melakukan inovasi tiada henti terutama dalam menciptakan inovasi baru dari produk barang/jasa yang anda tawarkan.
d) Strategi membidik peluang pasar
Adalah suatu kemampuan seseorang wirausahawan melakukan analisis dalam bersaing memperebutkan celah pasar dengan para pesain.

Memilih Ide Usaha
Berikut ini ide yang dapat anda jadikan alternatif dalam memilh ide usaha :
  1. Penuhi Kebutuhan Konsumen.
  2. Jual Keunikan.
  3. Duplikasi Usaha Lain.
  4. Cari Fasilitas Tambahan
  5. Jual Keterampilan.
  6. Jadi Agen
  7. Jual Barang Bekas.
  8. Buka Kantor Sendiri.
  9. Jalankan Bisnis MLM atau Direct Selling.
  10. Beli Waralaba.
  11. Beli Usaha Prospektif
  12. Beli Usaha Sekarat.
  13. Buka Lokasi Usaha di Tempat Baru.
  14. Usaha Bersama.
  15. Mulai Usaha dari Rumah.
  16. Memulai Usaha Dari Hobi.

Menumbuhkan Keberanian Mewujudkan Ide Usaha
Menjadi seorang wirausaha bisa dikatakan gampang-gampang susah. Tetapi jika di dalam diri anda sudah tumbuh niat dan keinginan untuk menjadi seorang wirausaha, anda harus bisa mengasah keberanian itu dan wajib hukumnya bagi anda untuk mencobanya.
Untuk membakar diri anda agar siap menjadi seorang wirausaha, anda harus bisa menerapkan langkah berikut ini :
  • Perluas pergaulan anda
  • TumbuhkanKeberanian untuk Memulai
  • Berpikir positif
  • Banyak Belajar
  • Berani Memimpin
  • Belajar Mencintai Pekerjaan Anda
  • Tekun
  • Jangan Lupa Bersyukur
  • Prinsip 5M (Mengamati, Mengikuti, Meniru, Menambahi,Mempromosikan)usaha anda dengan penuh keyakinan.
Demikianlah beberapahal penting yang disarikan dari buku baru “Dari Peluang Menjadi Usaha” yang telah kami diskusikan seminggu lalu. Insya Allah besok, Selasa, 11 Januari 2011 kami akan melanjutkan diskusi kami di materi kewirausahaan dengan judul buku berikutnya, “Membentuk Karakter Pengusaha”. Sampai sini dulu ya, dan mohon maaf bila panjang sekali menuliskannya. Semoga bermanfaat. Kalau mau beli bukunya, beli aja di toko buku Gramedia.

http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/10/dari-peluang-menjadi-usaha/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar