Sabtu, 29 Oktober 2011

info seputar wirausaha

ika orang mengenal rendang Padang, pempek Palembang, dan gudeg Jogya,  maka untuk bakso, masyarakat akan mengatakan ada dua jenis, yakni bakso-Malang dan bakso-Solo. Bisnis kuliner memang tidak ada matinya. Selama manusia punya perut dan doyan makan, bisnis kuliner akan selalu berprospek menjanjikan. Salah satunya Bakso Malang Cak Masrur  yang sudah terkenal di Yogyakarta. Melalui motto Pilih Sendiri Baksomu, Anda bisa pilih bakso Anda sendiri.  Cobalah Anda mampir ke warung Bakso Malang Cak Masrur ini.
Bakso Malang Cak Masrur berdiri sejak Tahun 2005 oleh drg.Mohammad Masrur, Ph.E.
Visi berdirinya Bakso Malang Cak Masrur adalah menciptakan bakso dengan citra rasa dan kwalitas tinggi tetapi dengan Harga Kaki Lima.
Seperti yang kita ketahui saat ini banyak bakso yang berkwalitas tetapi harga jualnya sangat mahal, sehingga tidak semua lapisan masyarakat mampu membelinya. Sedangkan banyak juga bakso yang harganya terjangkau tetapi kwalitasnya kurang.
Untuk menjawab tantangan itulah maka WARALABA Bakso Malang Cak Masrur  hadir dengan produk berkwalitas tinggi, higienis dengan harga jual sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
http://kampungwirausaha.com/

ide peluang dalam berwirausaha

Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui:
  • Inovasi
Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.
  • Mengubah tantangan menjadi peluang
Menciptakan permintaan melalui penemuan baru (market driven).
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
  • Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif
  • Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
  • Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat
Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:
  • Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar
  • Resiko finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya
  • Resiko teknik, terjadi akibat kegagalan teknik
Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:
  • Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan

Sumber-sumber Potensial Peluang

Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara Menciptakan produk baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam, menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.
Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu wirausaha harus benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar.
Ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:
  • Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan
  • Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa
Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:
  • Analisis demografi pasar
  • Analisis serta tingkah laku pesaing
  • Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap dapat menciptakan peluang
Mengamati Pintu Peluang
Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:
  • Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru
  • Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru
  • Dukungan keuangan
  • Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar
Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.
Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):
  • Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat
  • Kerugian teknik harus rendah
  • Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya
  • Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih
  • Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya
  • Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan produk barunya
Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi
Resiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya:
  • Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing
  • Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya
  • Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru
Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.

Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Komptensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.
Wirausahawan adalah seseorang  yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut tercermin dalam:
  • Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)
  • Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)
  • Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)
  • Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)
  • Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya
Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
  • Menghasilkan produk atau jasa baru
  • Menghasilkan nilai tambah baru
  • Merintis usaha baru
  • Melakukan proses/teknik baru
  • Mengembangkan organisasi baru
http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/04/03/ide-dan-peluang-dalam-kewirausahaan/

ide peluang

Ide Peluang dalam Berwirausaha

Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:

* Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif
* Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
* Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:

* Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar
* Resiko finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya
* Resiko teknik, terjadi akibat kegagalan teknik

Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:

* Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan
* Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
* Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan.
http://kampungwirausaha.com/

ruang lingkup

   
Ruang Lingkup Kewirausahaan
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP KEWIRAUSAHAAN*wira yang berarti kesatria, pahlawan, pejuang, unggul, gagah berani*usaha yang berarti bekerja, melakukan sesuatuJadi wirausaha ditinjau dari segi arti kata adalah orang tangguh yang melakukan sesuatu.Pengertian WirausahaMenurut Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995 :*Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuankewirausahaan.Pengertian Kewirausahaan :Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995 :*Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menanganiusaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja,teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yanglebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar Tujuan Kewirausahaan*Meningkatkan Jumlah wirausaha yang berkualitas*Menyadarkan masyarakat atau memberikan kesadaran berwirausaha yang tangguh dan kuatterhadap masyarakat*Menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat*Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakatKeuntungan Wirausaha :*Terbuka lebar kesempatan untuk menjadi bos dalam perusahaan*Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal*Terbuka peluang untuk memperlihatkan potensi wirausaha secara penuh*Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam usaha*Terbuka peluang untuk mencapai tujuan usaha yang dikehendaki
 
http://www.scribd.com/doc/53349760/Ruang-Lingkup-Kewirausahaan

Pengertian,Tujuan dan Ruang Lingkup Kewirausahaan

Di negara-negara maju, salah satu tolak ukurnya adalah jika sebagian besar warganya memilih jalur wirausaha ketimbang memilih jalur sebagai pamong atau abdi negara. Jika di tilik dari makna wirausaha, maka dapat di defenisikan sebagai berikut
Pengertian Wirausaha :
Orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan
sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang cepat dalam
memastikan kesuksesan.
Pengertian Kewirausahaan :
Semangat , sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan
yang mengarah pada upaya cara kerja teknologi dan produk baru dengan meningkatkan
efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih
besar.
Tujuan Kewirausahaan:
•Meningkatkan Jumlah wirausaha yang berkualitas
•Menyadarkan masyarakat atau memberikan kesadaran berwirausaha yang tangguh dan kuat
terhadap masyarakat
•Menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
•Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan
masyarakat
Ruang Lingkup
•Lapangan Agraris
•Lapangan Peternakan
•Lapangan Perkebunan
•Lapangan Pemberi jasa
•Lapangan Pertambangan dan energi
•Lapangan Industri dan Kerajinan

Tahap-tahap melakukan wirausaha

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha yaitu :
1. Tahap memulai, tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakuan usaha
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat
peluang usaha baru yang memungkin untuk membuka usaha baru.
2. Tahap melaksanakan usaha, tahap ini seorang enptrepreneur mengelola
berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencangkup aspek-aspek :
pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi
bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan
melakukan evaluasi.
3. Mempertahankan usaha, tahap dimana entrepreneur berdasarkan hasil yang
telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk
ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
4. Mengembangkan usaha, tahap dimana jika hasil yang diperoleh positif,
mengalami perkembangan, dan dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi
s  alah satu pilihn yang mungkin diambil

tipe wirausaha

Berbagai macam tipe wirausaha
  1. Wirausaha yang memiliki inisiatif
  2. Wirausaha yang menggorganisir mekanis sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu.
  3. Yang menerima resiko dan kegagalan
Bagi ahli ekonomi seorang entreprener adalah orang yang mengkombinasikan resourcess, tenaga kerja material dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya dan juga orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan inovasi dan prebaikan produksi lainnya.
Bagi seorang psychologist seorang wiraswasta adalah seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh suatu tujuan, suka mengadakan experimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya diluar kekuasaan orang lain.
Bagi seorang Businessman atau wirausaha adalah merupakan ancaman persaing baru atau seorang patner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak kerjasama.

Berbagai macam profil wirausaha


  1. 1. Women Entrepreneur
Banyak wanita yang terjun kedala bisnis, alasan mereka menekuni alasan bidang bisnis di dorong oleh faktor-faktor antara lain : memperlihatkan kemampuan prestasinya, membantu ekonomi rumah tangga, prustasi terhadap pekerjaan.
2. Minority Entrepreneur
Kaum minoritas terutama di negara kita kurang memiliki kesempatan kerja di lapangan pemerintahan sebagai mana layaknya warga negara pada umumnya
3. Immigrant Entrepreneurs
Kaum pendatang yang memasuki suatu daerah biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal
4. Part Time Entrepreneurs
Memulai bisnis dalam mengisi waktu lowong atau Part Time merupakan pintu gerbang untuk berkembang menjadi usaha besar
5. Home Based Entepreneurs
Ada pula ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga misalnya ibu-ibu yang pandai membuat kue dan aneka masakan mengirim ke toko eceran di sekitar tempatnya.
6. Family Owned Business
Sebuah keluarga dapat membuka berbagai jenis dan cabang usaha mungkin saja usaha keluarga ini di mulai lebih dulu oleh Bapak setelah usaha bapak maju dibuka cabang baru dan dikelola oleh ibu.
7. Copreneurs
Copreneurs dibuat dengan cara menciptakan pembagian pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masing-masing


Faktor-faktor yang menunjang wanita wirausaha
  1. Naluri kewanitaan yang lebih cermat, pandai mengantisipasi masa depan, menjaga keharmonisan, kerjasama dalam berumah tangga dapat diterapkan dalam kehidupan usaha.
  2. Mendidik anggota keluarga agar berhasil di kemudian hari, dapat dikembangkan dalam personal managemen perusahaan.
  3. Faktor adat istiadat contohnya di Bali dan Sumatra Barat
  4. Lingkungan kebutuhan hidup seperti jahit menjahit, menyulam, membuat kue mendorong lahirnya wanita pengusaha yang mengembangkan komoditi tersebut.
  5. Majunya dunia pendidikan wanita sangat mendorong perkembangan wanita karier, menjadi pegawai atau membuka usaha sendiri

Karakteristik entrepreneur :
  1. Memiliki disiplin tinggi
  2. Selalu awas terhadap tujuan yang hendak dicapai
  3. Selalu mendengarkan rasa intuisinya
  4. Sopan pada orang lain
  5. Mau belajar apa saja yang memudahkan dia menggapai tujuan
  6. Mau belajar dari kesalahan
  7. Selalu mencari peluang baru
  8. Memiliki ambisi, Berpikiran positif
  9. Senang menghadapi resiko dengan membuat perhitungan yang matang

Faktor-faktor yang menghambat :
  1. Faktor kewanitaan, dimana sebagai ibu rumah tangga ada masa hamil, menyusui.
  2. Faktor sosial budaya, adat istiadat. Wanita sebagai ibu rumah tangga bertanggung jawab penuh dalam urusan rumah tangga
  3. Faktor emosional yang dimiliki
  4. Sifat pandai, cekatan, hemat dalam mengatur keuangan rumah tangga, berpengaruh dalam keuangan perusahaan

Sebab kegagalan bisnis kecil (Bovee 2004) :
  1. Management incompetence- kurang menguasai manajemen
  2. Lack of industry experience-kurang pengalaman dalam industri
  3. Inadequate financing- kekurangan modal
  4. Poor bussiness planning-kurangnya perencanaan bisnis
  5. Unclear or unrealistis goal-kurang jelas tidak realistik dalam menatapkan tujuan.
  6. Failure to atrract and keep target customer tidak berhasil menarik konsumen.
  7. Uncontrolled growth – pertumbuhan tidak terkendali
  8. Inappropriate location – lokasi kurang cocok
poor inventory and fianncial controlls – keuangan kurang kontrol persediaan barang kurang mencukupi

Ciri-ciri wirausahawan (BN. Marbun. 1993.63)
Ciri-ciri Watak
Percaya diri -         Kepercayaan (keteguhan)  -         Ketidak tergantungan.
-         Kepribadian mantap
-         Optimisme
Berorientasi tugas dan hasil -         Kebutuhan atau haus akan prestasi  -         Berorientasi laba atau hasil
-         Tekun dan tabah
-         Tekad, kerja keras dan motivasi
-         Energik
-         Penuh inisitif
Pengambil resiko -         Mampu mengambil resiko  -         Suka pada tantangan
Kepemimpinan -         Mampu memimpin  -         Dapat bergaul dengan orang lain
-         Menanggapi saran dan kritik
Keorsinilan -         Inovatif  -         Kreatif
-         Pleksibel
-         Banyak Sumber
-         Serba Bisa
-         Mengetahui Banyak
Berorientasi ke masa depan -         Pandangan ke depan  -         Perseptif

Beberapa kelemahan Wirausaha Indonesia (Heidjrachman Ranu Pandojo (1982 : 16)
  1. Sipat mentalitet yang meremehkan mutu
  2. Sifat mentalitet yang suka menerabas
  3. Sifat tak percaya kepada diri sendiri
  4. Sifat tak berdisiplin murni
  5. Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggungjawab yang kokoh

Perilaku positif orang Jepang sangat menunjang keberhasilan usaha mereka
  1. Orang Jepang selalu bertindak ekonomis bahkan kadang-kadang terkesan pelit
  2. Daya tahap dan kegigihan orang Jepang dalam bekerja sehingga mereka mampu berprestasi maksimal
  3. Tidak cepat puas dengan hasil kerjanya
  4. Mereka sanggup bekerja keras, tidak ingin cepat-cepat  menduduki kursi empuk
  5. Orang jepang memiliki orientasi puturistik yang kuat
Rahasia keberhasilan seorang wirausahawan
Sebetulnya tidak ada rahasia yang penting adalah kemampuan pengusaha untuk lebih kreatif dan memanfaatkan inovasi dalam kegiatan bisnisnya sehari-hari menurut Zimmerer kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide baru dan menemukan cara baru dalam melihat peluang atau problem yang dihadapi

Beberapa hambatan munculnya kreatifitas
  1. mencari jawaban soal hanya satu yang benar
  2. Pokus pada harus logis tidak boleh aneh-aneh
  3. Harus taat pada aturan
  4. Tetap konstan pada praktek yang dilakukan selama ini
  5. Menganggap permainan satu hal membuang waktu dan percuma pada permainan hal yang mendasar untuk creative thinking
  6. Terlalu menekankan pada spesialisasi
  7. Menghindar dari sipat abiguiti, sipat mendua padahal sipat abiguiti bisa menjadi pendorong utama bangkitnya kreatifitas dengan cara boleh berpikir beda.
  8. Takut terlihat bodoh
  9. Takut salah takut gagal
  10. Terpaku pada stigma saya tidak kreatif

Semboyan Intrepreneur agar kreatif
Intrepreneur selalu mimpi ide baru, selalu bertanya mengapa tidak, apa yang terjadi jika begini, selalu awas dalam melihat peluang, buat se simple mungkin, coba ini, sesuaikan dan kerjakan.

Jalan Menuju Wirausaha Sukses
Murphy and Peck (1980 : 8) menggambarkan 8 anak tangga untuk mencapai puncak karir yaitu :
  1. Mau kerja keras (Capacity For Hard  Work)
  2. Berkerja sama dengan orang lain (Getting Things Down With and Through People)
  3. Penampilan yang baik (Goog Appearance)
  4. Yakin (Self Confidence)
  5. Pandai membuat keputusan (Making Soung Decision)
  6. Mau menambah ilmu pengetahuan (Collage Education)
  7. Ambisi untuk maju (Ambition Drive)
  8. Pandai Berkomunikasi (Ability ti Communicate)

Karakteristik Wirasusaha yang sukses dari Zimmerer
  1. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya boleh dikata setiap saat pikiran tidak lepas dari perusahaannya.
  2. Mau bertanggung jawab
  3. Keinginan bertanggung jawab ini erat hubungannya dengan mempertahankan Internal Locus Of Control yaitu minat kewirausahaan dalam dirinya
  4. Peluang untuk mencapai obsesi
  5. Toleransi menghadapi resiko kebimbangan dan ketidakpastian
  6. Yakin pada dirinya
  7. Kreatif dan fleksibel
  8. Ingin memperoleh balikan segera
  9. Energik tinggi
  10. Motivasi untuk lebih unggul
  11. Berorientasi ke masa depan
  12. Mau belajar dari kegagalan
  13. Kemampuan memimpin

Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan wirausaha
  1. Mampu melayani konsumen secara baik dan mengetahui persis target marketnya
  2. Memiliki modal cukup
  3. Bisa mengangkat tenaga kerja yang baik dan tepat
  4. Mencari dan menggunakan informasi yang teratur
  5. Menyimak dan mengikuti peraturan-peraturan yang dilakukan oleh pemerintah
  6. Memiliki tenaga ahli yang bisa diandalkan
  7. Mampu memanage waktu secara efektif

PENGERTIAN WIRASWASTA
Di dalam berbagai literatur dapat dilihat bahwa pengertian wiraswasta sama dengan wirausaha demikian pula penggunaan istilah wirausaha seperti sama dengan wiraswasta.
Wiraswasta terdiri dari 3 kata Wira, Swa, Sta Wira berarti manusia unggul teladan berbudi luhur berjiwa besar, berani pahlawan kemajuan dan memiliki keagungan watak, Swa artinya sendiri dan Sta artinya berdiri
5 tipe pokok wiraswasta
1.  Wiraswasta sebagai orang VAK
2.  Wiraswasta sebagai orang RAJIN
3.  Wiraswasta sebagai orang UANG
4.  Wiraswasta sebagai orang Sosial Engineer
5.  Wiraswasta sebagai orang Manager

DR. Daoed Yoesoef :1981 : 78) menyatakan bahwa seorang Wiraswasta adalah
  1. Memimpin Usaha baik secara teknis dan atau ekonomis dengan berbagai aspek fungsional
  2. Memburu keuntungan dan manfaat secara maksimal
  3. Membawa usaha kearah kemajuan, perluasan, perkembangan melalui jalan kepemimpinan ekonomi

Hasil penelitian Charles Schriber keberhasilan seseorang yang ditentukan oleh pendidikan formal hanya sebesar 15% dan selebihnya 85% ditentukan oleh sikap mental.
Kewiraswastaan
Terdiri dari 3 bagian pokok yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya yaitu :
  1. Sikap mental
  2. Kewaspadaan Mental
  3. Keahlian dan Keterampilan
Menurut Prof. DR haryati Subadio pengertian wiraswasta adalah manusia teladan yang berbudi luhur yaitu manusia yang mampu berdiri sendiri tidak saja dalam sektor swasta tapi juga dalam sektor negara.
Gambaran ideal manusia wiraswasta adalah orang dalam keadaan bagaimanapun daruratnya tetap mampu berdiri atas kemampuan sendiri untuk menolong dirinya keluar dari kesulitan termasuk mengatasi kemiskinan tanpa bantuan pemerintah.
Ciri manusia wiraswasta menurut dr. Suparman
  1. Tahu apa maunya dengan merumuskannya merencanakan upayanya dan menentukan program.
  2. Berpikir teliti dan berpandangan kreatif dengan imajinasi konstruktif
  3. Membiasakan diri bersikap mental positif maju dan selalu bergairah dalam setiap pekerjaan
  4. Mempunya daya penggerak diri yang selalu menimbulkan inisiatif.
  5. Tahu mensukuri dirinya waktu dan mansukuri lingkungan.
  6. Bersedia membayar harga kemajuan yaitu kesediaan berjerihpayah berwatak maju dan cerdik serta percaya diri
  7. Mampu memusatkan perhatiannya terhadap setiap tujuannya.
  8. Berkpribadian menarik
  9. Jujur, bertanggung jawab, ulet, tekun dan terarah

PENGERTIAN INTRAPRENEURSHIP
Hisrich menyatakan intrapreuership is one method for stimulating and then capitalizing on individuals in an organization who think that something can be done differently and better. Jadi ini merupakan satu metode mendorong serta memberikan pasilitas, membuka kesempatan bagi seseorang dalam organisasi untuk menciptakan, mengerjakan sesuatu yang beda dari yang lain secara lebih baik dan bertanggung jawab.
Perbedaan perusahaan tradisional dengan intrapreneurship.
Pada perusahaan tradisional pokok-pokok aturan yang berlaku biasanya
  1. harus mengikuti peraturan secara ketat sesuai yang telah digariskan.
  2. Tidak boleh menyimpang, berbuat kesalahan, tidak boleh gagal.
  3. Tidak boleh membuat inisiatif sendiri tapi tunggu instruksi atasan.
Sedangkan dalam intrepreneurship kita temua suasana :
  1. Karyawan bisa mengembangkan visinya tujuan dan kegiatannya.
  2. Ada pemberian hadiah untuk pemikiran dan kegiatan yang positif seperti pengajuan usul, experimen, pengembangan ide dan tanggung jawab
Perbandingan antara tradisional manager, entrepreneur dan intrapreneurs
Sifat Tradisional Managers Entrepreuners Intrapreneurs
-  Motif Utama Mengharapkan promosi dan hadiah, ada kantor, kekuasaan dan staf Ada kebebasan ada peluang berkreasi dan dapat uang Ada kebebasan ada peluang mengembangkan bakat dan ada hadiah dari perusahaan
-  Kegiatan Mendelegasikan, dan banyak pengawasan Terlihat secara langsung Lebih banyak terlihat ketimbang mendelegasikan
-   Resiko Sangat hati-hati Lebih Moderat dalam mengambil resiko Bersipat moderat dalam mengambil resiko
-   Status Sangat memperhatikan Tidak peduli dengan simbol status Tidak terlalu memperhatikan status hanya ingin keleluasaan
-   Kesalahan dan kegagalan Berusaha menghindari kesalahan Terbiasa dengan kesalahan dengan kegagalan Mencoba tidak membicarakan kesalahan sampai ia berhasil
-  Decisions Setuju saja dengan keputusan dari atasan Mengikuti mimpi, intuisi sebagai bahan pertimbangan Mencoba menyakinkan kolega agar menyokong idenya
-   Latar belakang family Anggota keluarga bekerja di perusahaan/kantor Pengusaha small business, profesional, atau pertanian Pengusaha small business, profesional, atau pertanian
-   Hubungan Ada hirarki Saling berhubungan Saling berhubungan dalam kerangka hirarki

Lingkungan atau iklim organisasi yang mendorong intrapreneurship
  1. adanya penerapan teknologi dalam organisasi yang dapat membangkitkan keberanian dan menunjang ide-ide baru sehingga karyawan tidak menjadi penakut.
  2. Terbuka peluang experimen tidak takut pada kegiatan trial and error
  3. Tidak ada ukuran atau parameter baku untuk suatu keberhasilan
  4. Harus tersedia dana yang cukup untuk melakukan kebebasan ide
  5. Harus dikembangkan tim multi disiplin dan kerjasama antar bidang
  6. Spirit intrapreneurship tidak berdasarkan pada perseorangan tapi atas dasar sukarela dan sistem hadiah.
  7. akhirnya aktivitas spirit ini harus mendapat support dari top management baik secara pisik maupun dalam bentuk finansial.


Karakteristik kepemimpinan intraprenership
  1. Dia harus seorang visioner leader
  2. Pemimpin intrapreneur harus fleksibel dan menciptakan manajemen yang memberi kebebasan kreatifitas.
  3. Mendorong munculnya teamwork dengan pendekatan multidisiplin dari berbagai keahlian

Cara-cara menemui dan mempengaruhi calon pembeli
  1. Datang sendiri dengan memperkenalkan diri
  2. Dengan perantara orang lain
  3. Dengan perantara surat
  4. Dengan Perantara Telepon
  5. Melalu organisasi atau perkumpulan

Cara menghadapi pembeli
  1. Menciptakan suasana yang menyenangkan
  2. Mengadakan pendekatan terhadap pembeli

Mendorong keinginan membeli
Pembeli pada umumnya mengambil putusan karena didorong oleh
  1. Untung yang akan diperoleh bila ia memiliki barang tersebut
  2. Akan menyenangkan dan memberi kenikmatan
  3. Akan menyehatkan dan menyelamatkan dalam hidupnya
  4. Akan meninggikan harga dirinya untuk mendapatkan penghormatan atau pujian orang lain.
  5. Akan mendapat kehabagiaan tersendiri


Pernyataan yang harus dipelajari oleh Penjual dalam prinsip the Customer is king
  1. Pembeli adalah orang penting dalam dunia usaha
  2. Pembeli tidak tergantung pada kita, justru kita tergantung kepadanya
  3. Pembeli bukan pengganggu terhadap pekerjaan kita, tetapi sebaliknya sebagai tujuan usaha.
  4. Pembeli berbuat pada kita sebagai suatu hal yang menyenangkan, janganlah kita berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan
  5. Pembeli adalah sebagian dari usaha dan kegiatan kita.
  6. Pembeli bukanlah sebuah benda yang beku melainkan seorang manusia berdarah daging dengan perasaan dan emosinya seperti kita.
  7. Pembeli bukanlah lawan berdebat tetapi kawan-kawan yang bersahabat
  8. Pembeli seorang yang membawa kebutuhan kepada kita dan merupakan pekerjaan kita untuk memenuhinya.
  9. Pembeli adalah orang yang harus dilayani dan dimengerti dengan penuh perhatian
10.  Pembeli adalah orang yang memungkinkan membuat keuntungan bagi pendapatan kita.
11.  Pembeli adalah jiwa penghidupan bagi dunia usaha

Sipat-sipat penjual yang senangi pembeli
  1. Jujur dalam informasi
  2. Pengetahuan yang baik tentang barang
  3. Tau kebutuhan konsumen
  4. Pribadi yang menarik
Beberapa tipe pembeli
1. The decided customer
Mereka ini telah mengetahui dan memutuskan apa yang akan dibeli dan penjual harus cepat melayani dan mengambilkan barangnya.
2. The Know it al customers
Ini adalah  tipe pembeli yang mengetahui segalanya dialah yang bercerita kepada penjual
3. The Deliberate customers
Langganan ini menghendaki pakta-pakta yang kadang-kadang advice tentang kontruksi dan cara-cara penggunaan barang yang akan di belinya
4. The Undecided Customers
Customer ini tidak dapat memutuskan ukuran, warna dari barang yang akan dibelinya
5. The Talkactive customers
Langganan ini senang ngobrol tetapi tidak mengarah kepada pembelian
6. The Sillent timid Customers
Pelanggan ini merasa canggung di dalam toko dan merasa takut kalau kekurangan pengetahuannya tentang suatu barang akan diketahui jika ia bertanya-tanya
7. The Decided but mistaken customers
Langganan ini mendatangani toko dengan suatu keputusan dalam pikirannya untuk membeli suatu barang tertentu.
8. The I Get Discount Customers
Ini adalah customer yang selalu menghendaki discount atau potongan harga dari barang yang dibelinya.

Beberapa cara praktis mengatasi keberatan-keberatan yang diajukan oleh calon pembeli
  1. Penjual harus mengetahui lebih dulu berupa apa saja keberatan yang diajukan.
  2. Dengarkan baik-baik segala keberatan yang diajukan dan jangan memotong pembicaraan calon pembeli
  3. ulangi keberatan yang dikemukakan calon pembeli tadi secara pelan-pelan tetapi yakin bahwa segala keberatan itu dapat diatasi

10 macam sipat kepribadian penjual yang perlu dipelajari
a.   Selalu gembira
b.   Lurus hati dan disiplin
c.   Bijaksana
d.   Sopan santun
e.   Periang
f.   Mudah bergaul
g.  Penuh inisiatif
h.  Tidak putus asa
i.   Ketajaman daya ingatan
j.   Penuh perhatian

Penjual yang Gagal
  1. Kurang inisiatif
  2. Tidak membuat rencana
  3. Dan organisasi yang kurang baik
  4. Tidak memiliki pengetahuan tentang barang produksi
  5. Kurang sungguh-sungguh
  6. Penjual tidak berorientasi pada langganan
  7. Kurangnya latihan yang memadai
  8. Kurang luwes dalam mengikuti pembeli
  9. Tidak mengetahui pengetahuan pasar.
  10. Kurang memiliki pengetahuan perusahaan
  11. Karir penjual kurang menguntungkan
  12. Tidak memiliki pengalaman menjual
  13. Kurang disiplin dan bekerja tidak dengan penuh perhatian
  14. Kegagalan dalam mengikuti instruksi
  15. Kurang percaya pada diri sendiri
  16. Banyak terpengaruh tentang persoalan pribadi
  17. Kegagalan mengatasi keberatan yang diajukan pembeli
  18. Sering keganggu kesehatan dan sering mengeluh

Penyebab Kegagalan Bisnis (Zimmerer dan Scarborough)
1.   Sipat tidak kompetennya pimpinan perusahaan
2.    Sebaiknya pimpinan memiliki pengetahuan dasar terhadap bisnis yang dilakukan
3.   Kegagalan membuat rencana masa depan
4.   Gagal memilih lokasi yang sesuai dengan bisnis yang dilakukan
5.   Persediaan barang kurang pengawasan
6.   Prilaku manager kurang siap
7.   Manager tidak bisa mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain


Kunci sukses membuka bisnis baru
  1. Putuskan anda ingin bergerak dalam komoditi apa, jenis usaha perdagangan atau industri.
  2. Putuskan apakah anda akan berkonsi atau sendirian, Masing-masing ada keuntungan dan ada kelemahannya
  3. Analisis bagaimana prospek lokasi dan lingkungan bisnis anda
  4. Apakah anda akan memulai murni usaha baru atau membeli usaha yang sudah ada atau franchise masing-masing mempunyai keuntungan dan kelemahan.
  5. Buat planing walaupun dalam bentuk sederhana tujuan anda membuka bisnis pasar sasaran, situasi persaingan, kesiapan modal dan sebagainya.
  6. Apakah anda akan memasarkan barang dan jasa secara umum atau bentuk niche marketing yaitu mencari pasar relung sama dengan celah yang belum terisi oleh bisnis yang tidak ada.
  7. Bagaimana mencari pegawai atau tenaga yang dapat diandalkan sebagai tangan kanan

PROSES DAN KARAKTERISTIK
ORANG YANG BERPOTENSI MENJADI KAYA


Perdagangan Besar
Perdagangan besar ialah segala aktifita marketing yang menggerakan barang-barang dari produsen ke pedagang eceran tau kelembaga-lembaga marketing lainya
Proses Marketingnya sebagai berikut :


Pada bagian kiri ada proses konsentrasi, artinya barang-barang yang akan dipasarkan akan dikumpulkan terlebih dahulu, seperti tengkulak, perantara atau KUD, Dolog yang mengumpulkan beras atau padi dari petani kemudian mencari informasi daerah yang memerlukannya
Untuk meneliti apakah kegiatan distribusi itu merupakan kegiatan perdangangan besar atau bukan ada tiga macam sifat yang bisa diperhatikan :
Motif pembelian
Memiliki tujuan bahwa barang bukan untuk dikonsumsi tetapi untuk dijual kembali untuk memperloleh keuntungan
Jumlah Pembelian
Kita mengenal beberapa kategori konsumen :
-         Comercial Consumers
-         Industrial Consumers
-         Govermental Consumers
Cara-cara dari Perusahaan teresbut
Mengenai cara berusaha ada beberapa kriteria yaitu :
-         perdangangan besar mempunyai usaha yang diskriminatif, hanya melayani pedangan eceran tidak melayani semua konsumen
-         transaksi Perdagangan besar adalah besar dalam arti lebih besar dari kebutuhan sehari-hari
-         harga-harga dapat berubah sesuai situasi
Paul D. Converse, Huegy and Mitchell menyatakan perdagangan besar meliputi segala aktifitas marketing yang menggerkan barang-barang dari produsen ke perdagangan eceran
Penggolongan Grosir
  1. Grosir dapat digolongkan sebagai berikut :
Grosir yang berfungsi terbatas terdiri dari :
  1. pengiriman barang
  2. pedagang dengan truk
  3. grosis tunai dengan self service
  4. pengecer yang sama-sama memiliki grosir
  5. kelompok sukarela bergabung dengan grosir
  6. pengumpul hasil pertanian macamnya antara lain :
  7. menurut jenis barang yang diperdagangkan, terdiri atas :
  8. menurut lapangannya
  9. Menurut daerah operasi atau daerah yang dilayaninya
  1. pembeli lokal khusus merupakan dealer lokal yang berdiri sendiri dan kadang-kadang merupakan wakil dari dealer dan produsen
  2. pembeli yang berkeliling mendatangi perusahaan pertanian satu persatu atau membuka tempat pengangkutan lokal agar dapat membeli hasil para petani seperti buah-buahan, sayuran dan lain-lain
  3. saudagar dengan truk
  4. pembeli berdasarkan perintah yang memiliki para grosir pasar sentral dan distributor mereka membeli berdasarkan perintah dari pemberi tugas dengan kualitas tertentu dengan kata lain menjadi agen perantara
  1. grosir barang umum
  2. grosir barang khusus
  1. grosir melayani pabrik mereka menjual berbagai barang hasil industri yang dibelinya kepabrik-pabrik
  2. penjual barang khusus ke pabrik, grosir ini memperdagangkan produk khusus untuk dijual kepada macam-macam pembeli industri dan bertindak sebagai Drop Shipper, contohnya grosir kerta, bahan kimia dll.
  1. grosir tingkat nasional
  2. grosir tingkat propinsi
  3. grosir lokal
Fungsi-fungsi pedagang besar
Fungsi-fungsi pedang besar ialah
  1. Pengumpulan dan penyebaran
  2. Pembelian dan penjualan
  3. Pemilihan barang
  4. Pemberian kredit
  5. Penyimpanan
  6. Pengangkutan

Pengertian Perdagangan Eceran
Devisi pedagang eceran adalah yaitu sebagai suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Perdagangan eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai ke konsumen.

http://dosen.stiepasim.ac.id/jajibadrujaman/kewirausahaan/