Sabtu, 29 Oktober 2011

manfaat adanya pelaku wirausaha

Maju tidaknya suatu negara dalam bidang pembangunan salah satu penopangnya adalah adanya pelaku wirausaha pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh para wirausahawan yang dapat membuka akses lapangan kerja. Oleh karena itu pelaku wirausaha merupakan potensi pembangunan baik dalam jumlah maupun kwalitas wirausaha sendiri.
Manfaat adanya pelaku wirausaha
  1. menambah daya tampung tenaga kerja dan dapat mengurangi pengangguran
  2. sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya.
  3. menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh
  4. selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan
  5. berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
  6. berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekunan dalam menghadapi pekerjaan.
  7. memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama dekat kepada Allah SWT.
  8. Hidup secara efisien
  9. memelihara keserasian lingkungan baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan
Melihat banyaknya wirausaha di atas maka ada 2 darma bakti wirausaha dalam Pembangunan bangsa
  1. Sebagai pengusaha, memberikan darmabaktinya melancarkan proses produksi distribusi dan konsumsi, wirausaha mengatasi kesulitan lapangan kerja keseriusaha wirausaha dan mendapatkan pendapatan masyarakat
  2. Sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa lain.
Banyak faktor psikologis yang membentuk sipat negatif masyarakat sehingga kurang berminat terhadap propesi wirausaha antara lain sipat agresip, expansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah. Sekarang banyak anak muda mulai tertarik dalam bisnis yang cukup menjanjikan dimulai dari anak-anak pejabat, para sarjana, dan diploma lulusan perguruan tinggi.
Keuntungan dan kelemahan menjadi wirausaha
Keuntungan menjadi wirausaha adalah
  1. terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki
  2. terbuka peluang untuk mendemontrasikan kemampuan serta potensi secara penuh.
  3. terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.
  4. terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit
  5. terbuka peluang untuk bos
Kelemahannya
  1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti dan memikul berbagai resiko
  2. Bekerja keras dan waktu jamkerjanya panjang
  3. Tanggungjawabnya sangat besar
Beberapa faktor kritis untuk memulai usaha baru
  1. Personal, menyangkut aspek-aspek dalam kepribadian seseorang
  2. Sociological menyangkut masalah hubungan dengan famili dan sebagainya.
  3. Inviron mental menyangkut hubungan dengan lingkungan (bygrave 1994.3)

Model Proses Kewirausahaan


Pengertian wirausaha
Istilah wirausaha ini berasal dari dari Entrepreneur (bahasa prancis) yang di terjemahkan dalam bahasa inggris dengan arti between taker atau go-between.

Wirausaha menurut Robert Hisrich adalah entreprener adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
Definisi secara lengkap adalah entreprener is the person who perceves an apportunity and creates an organization to pursu it (Bygrave, 1994.2)
Wirausaha pemerintah dibahas panjang lebar oleh David Osborne dan Ted Gaebler 1992 dalam buku yang berjudul reinperting goverment diterjemahkan “Mewirausahakan Birokrasi”

http://dosen.stiepasim.ac.id/jajibadrujaman/kewirausahaan/

definisi kewirausahaan

Setiap hari dalam kegiatan bisnis kita melakukan usaha/ melakukan kegiatan entrepreneurship untuk mendapatkan keuntungan tentunya. Tapi sebelumnya tentu kita ingin tahu apa sih artinya entrepreneurship kan ?!
Apa sih definisi Entrepreneurship ? Silahkan baca definisinya menurut berbagai ahli.
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu nilai yang berbeda dengan mencurahkan waktu dan upaya yang diperlukan, memikul risiko-risiko finansial, psikis dan sosial yang menyertai, serta menerima penghargaan /imbalan moneter dan kepuasan pribadi.
Menurut Para Ahli :
Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .

Thomas W Zimmerer

Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
Robbin & Coulter
Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.
Dari definisi tentang Entrepreneurship diatas terdapat 3 tema penting yang dapat di identifikasi:
1. the pursue  of opportunities ,
2. innovation,
3. growth.
Penjelasannya :
1. pursuit  of opportunities , (entrepreneurship adalah berkenaan dengan mengejar kecenderungan dan perubahan-perubahan lingkungan yang orang lain tidak melihat dan memperhatikannya).
2. innovation, (entrepreneurship mencakup perubahan perombakan, pergantian bentuk, dan memperkenalkan pendekatan-pendekatan baru…. Yaitu produk baru atau cara baru dalam melakukan bisnis).
3. growth (Pasca entrepreneur mengejar pertumbuhan, mereka tidak puas dengan tetap kecil atau tetap dengan ukuran yang sama. Entrepreneur menginginkan bisnisnya tumbuh dan bekerja keras untuk meraih pertumbuhan  sambil secara berkelanjutan mencari kecenderungan dan terus melakukan innovasi produk dan pendekatan baru .
Istilah kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya, maka definisi:
“Entrepreneurship is the result of a disiplined, systimatic process of applying creativity and innovations to satisfy need and opportunities of the marketplace“.

http://putracenter.net/2008/12/23/definisi-kewirausahaan-entrepreneurship-menurut-para-ahli/

kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.
Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnya adalah seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.
Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalah kewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :
1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.
2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.
4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.
Dari beberapa konsep yang ada pada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13) yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
KERANGKA BERPIKIR TENTANG KEWIRAUSAHAAN
A. POLA TANGGAPAN
1. KARAKTERISTIK PERORANGAN
2. KARAKTERISTIK KELOMPOK SOSIAL
B. POLA PELUANG
1. KEBUTUHAN EKONOMI
2. KEMAJUAN TEKNOLOGI
PERILAKU WIRAUSAHA
1. Mendirikan
2. Mengelola
3. Mengembangkan
4. Melembagakan
Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan: ” Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.”
CIRI-CIRI WIRAUSAHAAN ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT :
A. Berjiwa keras dalam bekerja
B. Mandiri
C. Cerdas dalam menciptakan dan meraih peluang bisnis
D. Jujur, hemat dan disiplin
E. Mampu berfikir dan bertindak bijak
F. Tangguh dan berani mengambil resiko
G. Kreatif dan produkstif
H. Inovatif
I. Berperilaku antisipatif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungannya
J. Bersifat melayani pelanggan untuk memuhi kepuasannya.
UNTUK MENJADI SEORANG WIRAUSAHA ADA BEBERAPA PRASYARAT YANG HARUS DIPENUHI ANTARA LAIN :
A. Memiliki kemampuan modal yang kuat untuk berkarya dengan semangat kemandiriannya
B. Mampu memecahkan masalah dalam amengambil keputusan
C. Memiliki keberanian mengambil resiko
D. Mempunyai keingan yang kuat untuk belajar, dan bertindak inovatif kreatif
E. Bekerja keras, tekun dan teliti dan tidak pernah merasa puas
F. Mampu menghasilkan karya baru yang berlandaskan etika bisnis yang sehat.
DAFTAR PUSTAKA
http://ipan.web.id
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id
http://roemahcerdaz.wordpress.com
http://sobatbaru.blogspot.com
http://wirausahaumy.blogspot.com
http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/

Senin, 24 Oktober 2011

kreativ dan inovasi

Situs AndaLuarBiasa.com merupakan contoh situs yang mau menciptakan nilai bagi para pembacanya. Situs ini muncul sebagai hasil kreativitas individu dan sekumpulan individu kreatif. Situs ini pun diisi dengan tampilan-tampilan hasil olahan orang-orang yang mau menciptakan sesuatu untuk orang lain. Bagaimana menciptakan nilai manfaat yang berguna bagi orang lain? Itu menjadi salah satu pertanyaan penting dalam inovasi. Tidak saja dalam ranah inovasi bisnis, tetapi lebih luas lagi, juga dalam ranah inovasi sosial.
Dan, kecenderungan dewasa ini dan di masa mendatang, inovasi dilakukan dengan cara yang lebih terbuka, kolaboratif, dan dengan sumber daya yang dapat diakses secara global (lokal dan dunia). Kita akan sering mendengar istilah open source innovation. Yang mana inovasi dapat dilakukan pada tingkat individu (oleh seseorang), organisasi, atau masyarakat/komunitas/negara.
Inovasi adalah keberhasilan ekonomi dan sosial karena adanya pengenalan cara baru. Atau, kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mengubah input menjadi output, yang kemudian menghasilkan perubahan besar. Perubahan besar seperti apa? Perubahan dalam perbandingan antara nilai yang dipersepsikan oleh konsumen/pengguna/masyarakat (manfaat barang atau jasa) dengan harga yang ditetapkan produsen (uang yang dibayar oleh konsumen/pengguna/masyarakat). Jadi, inovasi harus menghasilkan perubahan drastis dalam perbandingan antara nilai guna dan harga. Sebab, inovasi merupakan proses penciptaan nilai yang drastis.
Kreativitas individu, kelompok, serta komunitas semakin penting dalam memicu inovasi. Kreativitas ini dapat tumbuh subur pada situasi dan suasana tertentu. Dalam suatu organisasi, kreativitas akan cenderung subur. Terlebih bila suasana berorganisasi digerakkan oleh orang-orang yang saling memercayai, ada iklim kerja positif, cara kerja yang informal, pelibatan individu-individu dalam organisasi untuk proses pengambilan keputusan, dan pemberian penghargaan yang sesuai dengan proses dan hasil akhir (tidak saja hasil akhirnya!). Dan, tiga elemen penting kreativitas perlu melekat pada setiap individu, di mana pun ia berada.
Kreativitas setiap individu, dalam organisasi sebagai ilustrasi, ditentukan oleh tiga komponen: keahlian, keterampilan berpikir kreatif, dan motivasi. Dapatkah pimpinan organisasi dan manajer memengaruhi komponen-komponen ini? Jawabannya: ya, yaitu lewat praktik-praktik dan kondisi-kondisi di tempat kerja. Keahlian merujuk pada pengetahuan (pengetahuan teknis, prosedural, dan intelektual). Keterampilan berpikir kreatif menentukan seberapa fleksibel dan imajinatif orang-orang dalam organisasi saat menghadapi masalah. Apakah solusi-solusinya mendobrak status quo? Apakah solusi-solusinya membawa perubahan ke arah yang lebih baik?
Dan, tidak semua motivasi diciptakan sama. Niat dari dalam diri untuk memecahkan masalah yang ada, biasanya justru membawa pada solusi-solusi yang lebih kreatif. Ketimbang misalnya bila motivasi memecahkan masalah itu muncul atau ada karena ingin memperoleh imbalan finansial. Komponen motivasi ini disebut motivasi intrinsik. Ini merupakan salah satu motivasi yang dapat dengan cepat dipengaruhi keberadaannya oleh kondisi lingkungan kerja.
Uraian berikut akan saya kaitkan dengan kreativitas dalam organisasi bisnis yang dapat kita rujuk dengan sebutan kreativitas bisnis.
Apa itu kreativitas bisnis? Ia adalah orisinalitas yang bermanfaat atau membuahkan hasil bagi banyak orang. Kreativitas tidak hanya kemampuan dan keterampilan berimajinasi. Ia tidak hanya keahlian dalam menata bisnis sehingga menghasilkan keuntungan serta manfaat lebih bagi pengusaha. Ia tidak hanya motivasi. Kreativitas bisnis adalah gabungan ketiganya, yaitu keahlian (expertise), kemampuan dan keterampilan berpikir kreatif atau imajinatif (creative-thinking skills), dan motivasi (intrinsic motivation).
Keahlian adalah kapasitas intelektual seseorang untuk berpikir luas, bereksplorasi, dan memecahkan masalah. Berpikir kreatif adalah bagaimana cara orang menangani masalah, mencari solusi, serta bagaimana memanfaatkan ide-ide yang ada dengan kombinasi yang baru, agar dihasilkan cara baru memecahkan masalah dan solusi optimal. Dengan kata lain, berpikir kreatif adalah kemampuan memecahkan masalah dengan cara segar dan penuh ketekunan.
Keahlian dan kemampuan berpikir kreatif saya sebut sebagai kompetensi kreativitas bisnis. Elemen ketiga kreativitas bisnis, motivasi, menentukan apa yang sebenarnya orang akan lakukan, dengan segala keahlian dan kemampuan berpikir kreatifnya. Motivasi saya sebut sebagai karakter kreativitas bisnis. Karakter di sini menyangkut aspek integritas, kejujuran, dan tidak ada agenda tersembunyi.
Kompetensi kreativitas memang diperlukan, tetapi itu saja tidak cukup. Kreativitas bisnis perlu dan harus ditunjang dengan motivasi yang tepat (right motivation). Motivasi yang keliru akan berdampak buruk atau bahkan membunuh kreativitas bisnis.
Apa contoh motivasi atau tekanan-tekanan eksternal yang tidak memupuk kreativitas? Orang menjalankan bisnis, atau karyawan dalam bekerja melakukannya semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh uang, atau karena adanya tekanan dari luar; seperti takut dipecat, tuntutan ketat dari bos, takut dihukum, dan ingin terkenal. Ini dapat berdampak, antara lain, pada ketidakpedulian atas kualitas produk atau layanan yang dihasilkan. Itu contoh motivasi ekstrinsik yang tidak produktif dalam membangun dan memupuk kreativitas bisnis.
Berbeda dari motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik berkaitan dengan keinginan dan minat dari dalam diri untuk melakukan sesuatu (internal desire) yang mulia. Orang akan lebih kreatif bila ia merasa termotivasi, utamanya oleh karena minat, kepuasan, dan tantangan dari pekerjaan itu sendiri. Jadi, termotivasi bukan karena tekanan-tekanan eksternal, seperti uang atau kendali ketat sang atasan.
Betapa indah bila motivasi intrinsik “ingin melayani sesama (konsumen, atasan, bawahan, masyarakat konsumen, dan pihak-pihak lain yang terkait dalam bisnis) dan ingin melakukannya karena minat serta rasa cinta yang tinggi akan apa yang dilakukannya demi kebaikan sesama”, mendominasi kreativitas bisnis. Di sini kompetensi dan karakter harus berjalan bersama.
Kreativitas bisnis adalah salah satu elemen penting dalam manajemen inovasi, selain kepemimpinan, manajemen risiko yang terkalkulasi, manajemen proyek yang unggul, pemahaman yang baik tentang pasar, kesatuan dalam organisasi, sumberdaya informasi, dan perlindungan hasil-hasil usaha kreatif itu sendiri. Saya menyebut enam elemen penunjang kreativitas bisnis dalam usaha. Enam faktor ini dapat direalisasikan dalam praktik usaha dan manajemen perusahaan.
1) Tantangan: Apakah pengelola usaha sudah memberikan tantangan yang cukup bagi para pekerjanya? Menetapkan pekerjaan yang tepat, untuk orang yang tepat, dan pada saat yang tepat? Semakin menantang, semakin memicu kreativitas.
2) Kebebasan: Apakah manajer sudah memberikan para pekerja otonomi yang cukup dalam mereka bekerja? Termasuk dalam mengambil keputusan yang relevan di bagian pekerjaannya?
3) Sumber daya: Apakah perusahaan sudah memerhatikan dan mengalokasi dengan bijaksana dua sumber daya utama yang memengaruhi kreativitas (waktu dan uang)?
4) Fitur pembagian pekerjaan yang sesuai: Apakah perusahaan sudah mengumpulkan orang-orang yang tepat pada satu kelompok pekerjaan sedemikian rupa, sehingga kombinasi mereka menghasilkan pekerjaan yang baik?
5) Dukungan manajemen/pimpinan: Apakah manajemen, pengelola bisnis, atau manajer sudah memerhatikan dan memberi penghargaan kepada para pekerja? Tidak saja pada saat mereka berhasil, tetapi juga pada saat mereka kurang berhasil—saat di mana mereka membutuhkan dukungan?
6) Dukungan organisasi: Apakah seluruh pihak dan desain dalam organisasi sudah menunjang kreativitas bisnis?
Everyone starts with an “A”! Ketika Benjamin Zander, konduktor Boston Philharmonic Orchestra, mengajar murid-murid baru, ia mengawali semester tersebut dengan memberi nilai “A” kepada semua. Caranya menghargai secara nyata kemampuan dan potensi setiap individu memacu pembelajaran mereka dan memperluas keyakinan diri mereka. Mereka termotivasi untuk mempertahankan nilai “A.” Hal itu juga membangun iklim keakraban dan kolaboratif sekaligus dengan sang guru dan di antara para artis berprestasi yang biasanya lebih suka bekerja sendiri-sendiri dan bersaing daripada bekerjasama dan berkolaborasi. (Cramer KD, Wasiak H. 2006. Change the way you see everything: Through asset-based thinking. Running Press, p. 80.)
Kreativitas menjadi salah satu kata kunci dalam bisnis. Kreativitas meresap ke dalam tindakan-tindakan bisnis perusahaan, baik di dalam maupun di luar perusahaan, demi pelayanan dan kebaikan. Kolaborasi dan kerja sama didukung dalam perusahaan. Kejujuran dan integritas menjadi kata kunci dan dipraktikkan. Kesuksesan perusahaan dan kesuksesan bisnis dirasakan oleh semua bagian perusahaan dan para pemangku kepentingan, sedemikian rupa sehingga aura sejahtera perusahaan pun dirasakan oleh para pelanggannya, serta perekonomian pada umumnya. Sebuah paduan harmonis antara karakter dan kompetensi bisnis.
Akhir kata, dewasa ini, semakin mendesak kebutuhan dunia akan orang-orang kreatif. Mereka adalah orang-orang yang mampu menemukan dan/atau menciptakan peluang di balik kekrisuhan dan kepanikan dunia akibat krisis global. Kreativitas memicu inovasi. Praktik kreativitas meluas tidak hanya individual dan bisnis, tetapi juga sosial. Begitu pula dengan inovasi, tidak saja individual dan bisnis tetapi juga sosial
http://www.andaluarbiasa.com/antara-motivasi-kreativitas-dan-inovasi

Ruang Lingkup dan Proses Terbentuknya Kewirausahaan

Ruang Lingkup dan Proses Terbentuknya Kewirausahaan
1. Disiplin Ilmu Kewirausahaan dan Perkembangannya
Dalam teori ekonomi, studi mengenai kewirausahaan ditekankan pada identifikasi
peluang yang terdapat pada peranserta membahas fungsi inovasi dari wirausaha
dalam menciptakan kombinasi sumber daya ekonomis sehingga memengaruhi
ekonomi agregat.
Studi kewirausahaan kemudian berkembang dalam disiplin ilmu lain yang
penekanannya pada sang wirausaha sendiri. Dalam bidang ilmu psikologi, misalnya
studi kewirausahaan meneliti karakteristik kepribadian wirausaha, sedangkan pada
ilmu sosiologi penelitian ditekankan pada pengaruh dari lingkungan sosial dan
kebudayaan dalam pembentukan masyarakat wirausaha. Ray dan Ranachandran
(1996) menandaskan, walau terdapat perbedaan sudut pandang, penelitian yang
dilakukan baik oleh ahli ekonomi, psikologi, dan sosiologi harus tetap bepijak pada
kegiatan kewirausahaan serta sebab akibatnya pada tingkat mikro dan makro. Dengan
demikian adalah wajar jika studi kewirausahaan dengan penekanan keilmuan yang
berbeda itu pada akhirnya akan saling berhubungan dan memengaruhi.
Sementara itu fenomena kewirausahaan ini masih terus diteliti dan belum terdapat
satu pengertian baku yang dianut oleh semua ahli (Shapero, 1982). Ini menunjukkan
perkembangan teori ini masih dalam perjalanan panjang serta dari adanya perubahanperubahan
ekonomi dunia diharapkan memberi banyak masukan bagi peneliti.
Muculnya banyak wirausaha atau pebisnis, telah menarik perhatian para pakar
untuk meneliti bagaimana mereka terbantuk. Bagian ini menjelaskan teori-teori
mengenai proses pembentukan wirausaha. Teori tersebut antara lain: life path change,
goal directed behavior, teori outcome expectancy. Terakhir, terdapat acuan
komprehensif mengenai teori pembetukan wirausaha yang dipadukan oleh teori-teori
sebelumnya. Begitu banyak teori yang telah mengupas persoalan ini, intinya bahwa menjadi wirausaha adalah menjadi suatu proses



http://entrepreneur.gunadarma.ac.id/e-learning/attachments/038_Ruang%20Lingkup%20dan%20Proses%20Terbentuknya%20Kewirausahaan.pdf

Strategi Kewirausahaan

Strategi Kewirausahaan

1. MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN
Para wirausaha mengganakan proses inovasi sebagai alat pemberdayaan sumber-sumber untuk menciptakan suatu nilai barang dan jasa. Proses inovasi dikendalikan oleh kreativitas. Kreativitas merupakan mata rantai antara pengetahuan pengenalan cara baru untuk mengombinasikan sumber-sumber dan proses pengembangan pengetahuan secara sistematis ke dalam suatu inovasi yang digunakan di pasar. Inovasi bahkan dipandang sebagai penciptaan sumber-sumber yang berbentuk penemuan kegunaan sesuatu dalam alam.
Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Bila usaha baru ingin berhasil, maka wirausaha harus memiliki empat kompetensi, di antaranya:
(1) Fokus pada pasar, bukan pada teknologi.
(2) Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan.
(3) Bangun tim manajemen, hukan menonjolkan perorangan (not a “one-person” show).
(4) Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.
Jika manajemen kewirausahaan menyangkut lingkungan intemal perusahaan (keputusan-keputusan taktis), maka strategi kewirausahaan menyangkut kesesuaian kemampuan intemal dan akitivitas perusahaan dengan lingkungan ekstemal, di mana perusahaan harus bersaing dengan menggunakan keputusan-keputusan strategis. Dalam melakukan strategi usahanya, wirausaha biasanya menggunakan salah satu strategi dan empat strategi, sebagai berikut:
(1) Berada pertama di pasar dengan produk dan jasa baru.
(2) Posisikan produk dan jasa baru tersebut pada relung pasar (niche market) yang tidak terlayani.
(3) Fokuskan barang dan jasa pada relung yang kecil tetapi bisa bertahan.
(4) Mengubah karakteristik produk, pasar atau industri.
Strategi pertama, sering dipilih oleh wirausaha, meskipun paling berisiko. Setelah strategi pertama sukses, maka selanjutnya mempertahankan posisi kepemimpinan pasar (market leader).
Strategi kedua, menyangkut pengembangan keterampilan untuk menanggapi peluang yang diciptakan oleh perusahaan yang berada di pasar pertama. Yang sering terjadi adalah banyak peniru (imitator) memperbaiki atau memodifikasi barang danjasa untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi pembeli. Bila demikian, wirausaha perlu memindahkan daya saingnya ke segmen pasar lain dengan mendominasi segmen pasar kecil yang dipandang perusahaan besar tidak memiliki peluang.
Strategi ketiga, yaitu perubahan karakteristik produk, pasar, atau iridustri yang berbasis pada inovasi. Strategi ini dilakukan dengan mengubah produk dan jasa yang sudah ada, misalnya mengubah manfaat, nilai, dan karakteristik ekonomi lainnya. Strategi ini menciptakan inovasi dengan salah satu cara herikut:
(1) Menciptakan manfaat.
(2) Meningkatkan nilai inovasi.
(3) Beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi pelanggan.
(4) Menyajikan apa yang dianggap bemilai oleh pelanggan.
Dengan demikian, perusahaan dapat bersaing apabila secara konsisten dan berkesinambungan memperbaiki produk, barang dan jasa atau proses itu sendiri.
2. STRATEGI KEWIRAUSAHAAN
Pada umumnya perusahaan kecil yang berhasil secara berkesinambungan dan dapat bersaing secara unggul memiliki keunggulan dalam bidang teknik, produk yang unik, dan memiliki cakupan distribusi geografis pasar yang terbatas. Ada beberapa keputusan strategis yang diperlukan dalam kondisi pertumbuhan, yaitu:
(1) Perubahan produk barang dan jasa. Hal mi menyangkut pertanyaan: Produk dan jasa baru apa yang diinginkan oleh pelanggan? Apakah perubahan kebutuhan mereka dapat ditentukan?
(2) Strategi yang menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversifikasi produk dan jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha. Ini menyangkut pertanyaan: Bagaimana pasar dapat dicapai? Bagaimana posisi strategis perusahaan harus diperbaiki? Peluang mana yang akan diambil?
(3) Kemampuan untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan pengembangan, proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka penambahan sumber daya manusia. Hal mi menyangkut pertanyaan: Berapa modal yang diperlukan untuk investasi tersebut? Dan mana sumbemya?
(4) Analisis sumber daya manusia, sehingga memiliki keterampilan yang unik untuk mengimplementasikan strategi. Pertanyaannya adalah: Bagaimana sumber daya manusia itu akan dikembangkan supaya perusahaan sukses di pasar?
(5) Analisis pesaing baik yang ada maupun yang potensial untuk memantapkan stategi bersaing. Keputusannya harus berdasarkan perilaku, sumber daya, dan komitmen yang dimiliki pesaing di masa lalu. Apakah pesaing akan menanggapi strategi yang kita terapkan? Kemampuan dan perencanaan apa yang dipenlukan untuk mengantisipasi pesaing?
(6) Kemampuan untuk menopang keunggulan strategi perusahaan dan untuk memodifikasi strategi dalam menghadapi perubahan permintaan pelanggan dan perilaku strategi persaingan baru. Apakah perusahaan akan selalu mempertahankan keunggulan strategi tersebut selama-lamanya?
(7) Penentuan harga barang atau jasa untuk jangka pendek dan jangka panjang. Apakah keputusan penentuan harga sudah dibandingkan dengan strategi lain? Apakah analisis elastisitas permintaan untuk setiap pasar sudah dipahami?
(8) Interaksi perusahaan dengan masyarakat luas. Apakah ada aksi strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat?
(9) Pengaruh pertumbuhan perusahaan yang cepat terhadap aliran kas. Apakah pertumbuhan perusahaan menimbulkan masalah likuiditas?
Strategi bagi Pemimpin Pasar (Market Leader)
Apabila perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti pada masa pertumbuhan, maka strateginya:
(1) Bersikap menyerang dan agresif untuk mempertahankan pangsa pasar. Wirausaha harus siap memperbaiki strategi bersaingnya agar tetap dapat mempertahankan reputasi terbaik di mata pelanggan
(2) Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif. Dalam posisi mi, setiap departemen secara efektif menemukan keunggulan bersaing dan secara bertahap dapat membangun hambatan masuk ke segmen pasar yang dipilih untuk bersaing.
(3) Tidak boleh ada anggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan. Perusahaan yang pasif mempertahankan pasamya akan selalu mengundang pesaing untuk memasuki pasar. Kegagalan dalam mempertahankan strategi akan memperlemah perusahaan dalam menanggapi serangan dan pesaing. Bila demikian maka, pesaing akan menjadi pemimpin pasar (market leader) yang baru.
Strategi bagi Bukan Pemimpin Pasar
Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki posisi kuat (bukan mar­ket leader) di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan tetapi strategi mi bukan untuk bersaing dengan market leader. Strategi mi dilakukan dengan cara:
(1) Secara agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar sehingga tidak tertandingi oleh pesaing. Wirausaha harus memposisikan dirinya dalam segmen pasar kecil sebagai pemain yang paling dominan. Wirausaha membangun dan mempertahankan hubungan secara terbuka dengan para pelanggannya. Dalam ha! i, wirausaha jarang mengabaikan peluang dan selalu memperkuat hubungan melalui pelayanan yang istimewa dan atas kebutuhan pelanggan.
(2) Mengembangkan strategi sebagaifollower leader. Dalam kondisi ekonomi yang baik, perusahaan yang mengikuti strategi mi bisa berhasil. Ancaman untuk strategi mi adalahjika pelanggan tidak lagi memandang perusahaan pemasok sebagai pilihan pertama. Selain itu, pasar dengan produk danjasa sejenis (undifferentiated), bukanlah pasar yang menarik untuk persaingan.
Strategi yang Lain
Banyak strategi yang dilakukan wirausaha pada tahap pertumbuhan, di antaranya:
(1) Pertahanan bersaing. Agar tetap dapat bersamg, maka pengembangan produk dan perluasan pelayanan perusahaan harus selalu dinamis dan memposisikan perusahaan dalam keadaan kritis. Perusahaan harus selalu inovatif dan memperbaiki keberhasilannya di masa lalu atau memperbaiki produk yang pertama kali dihasilkannya, sebab jika tidak akan ditinggalkan oleh pasar.
(2) Mencoba untuk produk yang menjadi “pemukul besar (big hitter)”, dan tidak berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada. Keberhasilan perusahaan seperti 3M (Man, Material, Market) tetap mendominasi posisi pasar melalui pengenalan produk baru secara berkesinambungan.
(3) Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli teknik profesional yang selalu diikutsertakan dalam pembentukan keberhasilan perusahaan. Sangatlah tidak mudah untuk menempatkan kembali kemampuan in­dividual yang cakap. Oleh sebab itu, kehilangan seseorang yang cakap dan dianggap kunci dapat menghancurkan keunggulan perusahaan dalam persaingan.
http://tirman.wordpress.com/strategi-kewirausahaan/

Jumat, 14 Oktober 2011

anak indigo

Anak indigo atau anak nila (Bahasa Inggris: Indigo Children) adalah konsep Zaman Baru anak-anak yang memiliki karakteristik berbeda dari anak-anak seusianya. Anak ini memiliki sifat yang unik untuk membedakan generasinya dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo atau indira) ini menunjukkan warna aura dalam warna kehidupan mereka. Indigo sendiri juga terkait dengan indra keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam yang melebihi kemampuan orang kebanyakan. Kebanyakan dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa atau secara akademik mempunyai prestasi. Anak indigo juga mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.
Anak indigo yang lahir di dunia ini juga mempunyai pelbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pengkritik suatu rencana yang salah. Mereka bertugas meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksamaan yang ada di sekelilingnya. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh dan kesulitan dalam menjalankan dengan sistem yang ada, misalnya saja penolakan dan sikap kaku terhadap sistem pendidikan yang ada.
Anak indigo juga sering menunjukkan perilaku memberontak terhadap suatu pemerintahan, tidak patuh terhadap aturan atau adat, kesulitan dalam mengelola emosinya dan sangat peka. Tidak jarang pula anak menunjukkan sikap yang sangat dingin dan tidak mempunyai perasaan. Terkadang beberapa orang akan mencap anak dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder). Bentuk perilaku tersebut kadang-kadang menyebabkan kesulitan bagi anak-anak ini dalam melewati masa anak-anak, bahkan dalam melewati masa remaja (Chapman. 2006).
Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan suatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan di bumi ini.

[sunting] Ciri-Ciri

Berikut ini merupakan ciri khas anak indigo:
  1. Memiliki keinginan yang kuat, berdedikasi dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orang tua
  2. Bijaksana dan mempunyai tahap kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya;
  3. Secara emosi, mereka boleh dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau bahkan stress;
  4. Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah;
  5. Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD ataupun ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus
  6. Anak indigo sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang-orang kebanyakan;
  7. Anak indigo belajar secara visual dan kinestetik, mereka boleh mengingat apa yang terekam dalam otaknya dan menciptakannya dengan tangannya sendiri;
  8. Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Walaupun hal ini bukanlah sifat sebenarnya;
  9. Anak indigo mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk perawatannya.
Dalam menangani anak indigo ini yang perlu diperhatikan adalah bahawa mereka memiliki kesulitan dalam menahan emosinya. Pada beberapa anak hal ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul karena mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional ataupun kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki harga diri yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (pekerjaan sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orang tuanya.
Anak indigo memiliki getaran tenaga yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Getaran tertinggi ini mencipta perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang paling bahaya di kalangan pemikiran logis dan proses berpikir secara rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih. Ada pula anak yang menunjukkan dengan perilaku marah, kesedihan atau ketakutan yang mendalam bahkan kecemasan yang berlebih.
Memahami tenaga asas dan mampu mengamati keadaan tenaga pada saat anak indigo sedang tidak stabil sangatlah membutuhkan orang tuanya atau terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar mengenai tenaga dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu dengan mengajar anak indigo dan orang tuanya terhadap teknik dalam menyeimbangkan tenaga dan cara untuk mengurangi tahap stress pada anak, sehingga anak tidak terpengaruh pada tenaga yang negatif.

[sunting] Sejarah

Istilah "anak indigo" pertama kali dikemukakan oleh Nancy Ann Tappe, seorang cenayang pada sekitar tahun 1970-an. Nancy Ann mengaku memiliki kemampuan untuk melihat aura seseorang dan ketika itu ia melihat anak-anak dengan aura indigo yang belum pernah ada sebelumnya. Singkatnya anak-anak indigo memiliki karakteristik yang sama. Mereka mempunyai empati yang tinggi dan umumnya memiliki perilaku yang tidak lazim untuk anak seusianya.
Para pengikut New Age menganggap bahwa keberadaan anak indigo merupakan sebagai jawaban untuk memperbaiki dunia. Namun sebaliknya, banyak juga orang yang beranggapan bahwa anak-anak dengan karakteristik seperti itu adalah penderita kelainan perilaku yang sering diindentifikasi sebagai hiperaktif.
http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Indigo